Nasehat dari Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah
-
فَلَيسَ الزُهْدُ اَنْ تَتْرُكَ الدُنْيَا مِنْ يَدِكَ وَهِيَ فِي قَلْبِكَ وَاِنَما الزُهدُ اَنْ تَتْرُكَهَا مِنْ قَلْبِكَ وَهِيَ فِي يَدِكَ
"Zuhud itu bukanlah orang yang meninggalkan gemerlap dunia dari genggamannya tetapi hatinya terus memikirkannya. Zuhud adalah orang yang meninggalkan dunia dari hatinya meskipun gemerlap dunia ada dalam genggamannya".
-
إِذَا أنْعَمَ اللَهُ عَلَى الإنْسَانِ بنِعْمَةِِ كَيْفَ يُعْرَفُ إِنْ كَانَتْ فِتْنَةُ أمْ نِعْمَةُ ؟ قال : إذَاقَرَبَتْهُ مِنَ اللَهِ فَهِيَ نِعْمَةُ وَإذَا أبْعَدَتْهٌ فَهيَ فِتْنَةُ.
"Jika Allah memberikan karunia kepada seorang hamba, bagaimana membedakan antara sebenar-benar nikmat dengan fitnah? Apabila pemberian itu mendekatkan dirinya pada Allah, maka ia adalah nikmat dan apabila menjauhkannya dari Allah maka ia adalah fitnah".
-
لَوْ عَلِمَ الْمُتَصَدِقُ حَقّ الْعِلْمَ وَتَصَوُرَ أنَ صَدَقَتُهُ تَقَعَ فِي ( يَدِ اللَهِ ) قَبْلِيَدِ الفَقِيرِ ، لَكَانَتْ لَذّةُ المُعْطِي أكْبَرَ مِنْ لَذَةِ الآخِذِ
"Seandainya seorang pemberi sedekah mengetahui dan melihat dengan sebenarnya bahwa sedekahnya telah sampai (ke tangan Allah) sebelum sampai ke tangan orang miskin, niscaya rasa bahagia yang dirasakan seorang pemberi sedekah lebih besar dari rasa bahagia penerimanya".
-
رُبَمَا تَكُونُ نَائِمََا فَتَفَرغَ اَبْوَابَالسَمَاءِ عَشَرَاتِ دُعَات لَكَ، مِنْ فَقِيرِِ أعَنَتهُ، أوْ جَائِعِِأَطْعَمْتَهُ، أوْ حَزِينِِ اَسْعَدْتَهُ،أوْ عَابِرِ ابْتَسَمْتَ لَهُ، اَوْ مَكْرُوبِِ نَفَيستَ عَنْهُ ، فَلَا تَسْتَهِنَ بِفِعْلِ الخَير اَبَدََا
"Boleh jadi saat kau tertidur lelap; pintu-pintu langit tengah diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu; dari orang miskin yang telah kau tolong; dari orang lapar yang telah kau beri makan; dari seorang yang bersedih dan telah kau hibur atau bahagiakan; dari orang yang berjumpa denganmu dan kau berikan senyuman; dari orang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan; karena itu jangan pernah meremehkan amalan-amalan kebaikan sekecil apapun ia."
-
# Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Miftahu Daar As Sa'adah (KUNCI KEBAHAGIAAN)


No comments